Selasa, 23 April 2013

9 Summers 10 Autumns The Movie

Fyuuuh, finally the 2013 NATIONAL EXAM has already finished nanana tinggal menunggu hasil. Bagaimana kabar para #PejuangUN2013 nih? Ehehehe jadi pengangguran yaaa sekarang:3 sama lho. Eh tapi temen-temen, daripada membusuk di rumah mending intip bioskop deh, banyak film bagus sekarang! Apalagi film Indonesia, beuhhh nggak kalah sama film Super Hero yang sudah digembar-gemborkan bakal tayang 2 hari lagi. 2 hari lagi, film yang diangkat dari novel bestseller karya Iwan Setyawan bakal mengudara di bioskop-bioskop seluruh Indonesia, dear readers! So, jangan ketinggalan. Yuk, rame-rame ke bioskop buat nonton film karya anak bangsa. Support terus film Indonesia!

Check trailer dan OSTnya yaaa:)

Selasa, 02 April 2013

Selamat Ulang Tahun, Bapak

Sebenarnya, di detik ini, adalah waktu saya untuk menjalankan rutinitas malam saya setelah berkutat dengan matematika, menonton drama. Tapi, berhubung episode yang harus saya tonton rusak, jadilah saya di sini. Kembali ke rutinitas beberapa bulan lalu. Bergentayangan di dunia maya. Akhir-akhir ini, saya terlalu asyik dengan dunia nyata saya. Sehingga, waktu menulis di dunia mayapun berkurang. Ya, asal kau tahu blog, saya sudah menemukan reinkarnasi The Diario, saya masih rajin menulis. Meskipun isi dari tulisan saya hanya menye-menye belaka. Jadi, hari ini adalah hari Selasa, tanggal 2 April 2013. Bapak saya bertambah umur. Sebagai formalitas, saya, Ibuk dan Diska memberikan kado, untuk menyimpan rezeki beliau. Sebenarnya, Bapak sudah cukup, bahkan sangat cukup hanya dengan ucapan selamat dan kecupan hangat. Tapi, saya ingin lebih, sehingga kado itulah yang saya hadirkan. Akhir-akhir ini, Bapak menjadi Artis. Tamu-tamu datang silih berganti, entah itu guru atau pejabat lainnya yang hanya ingin mengucapkan selamat atas kepindahan Bapak ke kantor baru. Ya, Bapak saya pindah dinas, dari pariwisata ke pendidikan. Lokasi kantornyapun lebih jauh, sehingga saya harus mengendarai kuda putih sendiri ke sekolah. Saya jadi jarang berkencan dengan Wanda, karena saya harus mengantar Diska juga ke sekolah. Hari ini pun, nilai Try Out kota saya keluar, hal tersebut sekaligus menjadi kado buat Bapak. Sedih sekali melihat bagaimana posisi Bapak sekarang dengan nilai Try Out saya. Bapak belum tahu, tapi Ibuk sudah dan Ibuk bakal cerita. Saya tahu. Matematika saya anjlok lagi. Entah bagaimana, saya tidak pernah miss menghitung akuntansi, tetapi saya kebanyakan miss dalam matematika. Padahal basic mereka sama, angka. Sebenarnya, dari lama saya sudah ketar-ketir menghadapi matematika. Terlebih lagi, teman satu kelas, yang paling dekat dan menguasai matematika secara penuh, selalu saja sensi ketika saya menanyakan hal-hal berbau matematika. Saya heran. Saya pernah begitu kepadanya, ketika dia menanyakan sesuatu tentang Bahasa Inggris, saya jawab dengan "ini kan gampang!" mungkin ini karma. Tapi hey, karma, apa itu terus-terusan? Saya bisa mabok. Sungguh saya ingin belajar matematika privately. Selain matematika, geografi saya lebih jeblok. Saya tidak tahu apa yang salah, saya suka geografi. Saya selalu semangat, karena dengan geografi, saya bisa mengingat mas Radith dengan senang. Ya, dia adalah perwakilan kota Probolinggo untuk Olimpiade Sains Provinsi di bidang kebumian. Saya masih ingat bagaimana saya masih menjadi penyemangat sekaligus tempat sampahnya. Saya rindu. Back to topic. Setelah saya buka soal Try Out kota itu lagi, ternyata masalahnya sama, angka, menghitung. Tidak heran kenapa hati saya menggerakkan otak untuk berjalan ke IPS. Saya harus kebut Geografi setelah ini. Setelah mendengar bahwa nilai Ujian Sekolah Bahasa Inggris SCI tidak lulus semua, saya shock. Dan setiap hari setelah hari itu, saya mencoba mengerjakan soal-soal Bahasa Inggris. Jadi, yang saya kejar hanya matematika dan bahasa Inggris. Ternyata, geografi juga minta dikejar. Fiuh!

(***)

Saya rindu ketika kami--Bapak, Ibuk, saya dan Diska--masih bisa keluar untuk sekedar makan malam bersama, merayakan ulang tahun salah satu dari kami. Saya rindu. Bahkan, tahun lalu Ibuk masih sempat membeli Ice Cream Cake untuk merayakan ulang tahun Bapak. Dan, kami masih bisa menikmatinya di malam hari. Sekarang? Hahahaha hanya tertawa. Saya tidak menyalahkan keadaan, saya hanya kaget menerima keadaan. Saya juga masih ingat, bagaimana Eing atau Onik selalu datang ketika salah satu dari kami bertambah umur. Saya rindu. Saya rindu ketika saya masih dikepang dua, saya juga rindu memakai sepatu kets merah di hari Rabu, dan dimarahi bu Luluk karena hari itu kami masih harus bersepatu hitam. Hey, mungkin kerinduan saya terlalu jauh hahaha saya juga rindu ketika saya dan mas Radith masih secara langsung menjadi penyemangat masing-masing.

(***)

Jadi, beberapa hari yang lalu, saya me-retweet salah satu tweet dari @disneywords. Dan tweet itu, menjadi salah satu quote favorit saya.


P.S. Saya masih berharap perasaan saya tidak salah. Saya masih merasakan mas Radith yang sama.





D.

Rabu, 27 Februari 2013

Koizora

Hey, blogsky. Whazzup? Finally I have my "me time" and I decide to meet you hahaha errr well, yesterday I got a movie, a Japanesse movie called Koizora. You have to find out the meaning yourself, ya:p hahaha I won't tell you bout the movie, you have to watch yourself. That movie was too good to be told. So, (once again) you have to watch yourself. Actually, what makes this movie become great in me? That story was a lil bit similar to mine. Except the pregnancy part yaa hahaahaha you know, blog. I really want mas Radith to watch this film. But I don't know how. I just afraid of the ending. I'm afraid, if mas Radith's reason was similar to the boy in this film. Hahahaha yea, I was afraid. But, I don't hope so. I pray for your health, always.



D.

Minggu, 10 Februari 2013

Peluk

Hi, blogsky. How was your day? I've been reading Peluk in Rectoverso by Dee, just today. And.... You know, I found "us" in that story.

"Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri?"

by mas Radith's thinking. But, actually in that "Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba." A lil bit different with his thinking, I think. He ever told me that he never think about the day we gonna broke up.

"Mengapa kata-kata justru hilang pada saat seperti ini? Saat kulihat kamu butuh penghiburan, nasihat bijak, atau humor segar agar kesedihan ini beroleh penawar? Kemampuan kita berkata-kata menguap. Kemampuanku melucu lenyap. Kebisuan menjadi hadiah kebersamaan kita bertahun-tahun. Aku ingin bilang, berbarengan dengan makin pilunya hati ini, ada keindahan yang kurasakan, dan aku tak mengerti mengapa bisa demikian."

I still remember, a year from the day mas Radith told me that he loves me, we had a meeting. I mean, we met but we didn't talk till I started. I still remember his face when I cried. Yes, still. I still remember each part of that day.

"Tanganmu bergerak bimbang seperti ingin meraih tanganku, tapi kau urungkan niat itu. Dua manusia yang sudah bercinta bertahun-tahun dan merasakan setiap jengkal kulit masing-masing, mendadak enggan untuk bersentuhan."

by mine. I still remember how I wanted to wipe his cheek. Feeling his unwashed face ehehehe I still remember how I used to remind him to wash his face.

"Aku tidak tahu kenapa dua manusia yang saling sayang harus kembali berjalan sendiri-sendiri."

MY BIG QUESTION. But I bet he has soooo many reasons.

"Aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi."

Yea, maybe, we don't deserve, now.

"Aku ingin mengalir. Hatiku belum mau mati. Aliran ini harus kembali memecah dua agar kita sama-sama bergerak. Sebelum kita terlalu jengah dan akhirnya pisah dalam amarah."

But, in fact. We did. I just remembered the lyrics of "Berhenti di Kamu" by Anji.

"Jadi, aku tidak tahu cinta itu terdiri dari berapa macam. Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mati pengap. Kendati kusayang kamu lebih daripada siapapun yang kutahu. Kendati bersamamu senyaman berselimut pada saat hujan. Aku aman. Namun, aku mengerontang kekeringan. Dan kini kutersadar, aku butuh hujan itu. Lebih dari apa pun."

Hmm, I kinda know, he is saturated of me, huh?:)

"Kamu bukan tisu sekali pakai. Kita tidak mungkin membuang apa pun jika kita percaya hati bukan ditujukan untuk menyimpan."

I hope he does.

"Tubuhmu berontak. Kurasakan amarahmu, sakitmu. Kupererar rengkuhanku. Tangamu meronta, berusaha melepaskan diri."

In my story, oh I mean in our story, it still being a part of your story, right?:) In our story, the difference is I wasn't resist your hug, I cried harder instead.

"Kau mulai menangis. Aku mulai menangis. Lenganmu perlahan mendaki dan balik mendekapku. Kita resmi berpelukan."

I miss you, mas Radith. But I know, I realize, my desire won't change anything. You.... have gone.

"Aliran ini memecah. Indah. Meski aku berbalik pergi





















dan tak kembali."







Senin, 04 Februari 2013

Chatting with PKH (Pak Kata Hati)

Me: "Hai, PKH, Good Evening! How was your day?" *smiling*

PKH: "What do you want?"

Me: "Ohmy, you're sooooo curt. Hmm well, I've seen him today. I mean, this morning when the school's bell rang. As usual. And oh my God PKH, you know he is HANDSOMEEEEE!"

PKH: "Ya I know, and then?"

Me: "oh shit. You aren't interested in my story, are you?"

PKH: "No, no, no. Just go with your story. I'll listen."

Me: "Ohkay. Here we go. So, I've seen him, and he was so wonderful. I've my first try out today, PKH. You know, I take a 2-years-program for my senior high and it just be approved by the education center so, I can follow the UAN this year. So wonderful, huh? And I bet you've already knew my reason. Ya, ya of course because of him. Uh huh, I wanna passed this senior high with him hahaha so cute huh?:3 but, lately, when we were broke up, my oh I mean our dream suddenly dissapear hahaha"

PKH: ....

Me: "PKH are you LISTENING me?"

PKH: "uhum, go on."

Me: "Ohkay.. I've been thinking. If only I could fix our relationship, maybe we will verify our marks in pdss together, with a wifi in my home haha it will be so sweet! And we'll study for English try out tomorrow, together. And also, we can talk until late for our future. How sweet! Well, PKH, I don't know (still) what makes him finishing our relationship. I have my own expectation, too much expectations."

PKH: "Hmm, so what happened today? You're so noisy."

Me: "Well, yea. After I've my second try out. A math try out, that killing me slowly. It was real, PKH! I've only answered 9 questions. Pity me, yea? And then, I went out from my class, and I saw him, in gazebo, with his friends of course, his double B. And the other B smiled at me ehehehe I was salting, that time. But, I kept on walking with an asdfghjkl face when I walked in front of him. I held Dhaifi's hand. And I heard Bebek said "Dif, he is looking at you!" And I was just aaakkkkkkhhh[!] I held Dhaifi's hand tighter.

       "Then, I sat on aula. Waiting for the announcement from curriculum team. It was about yeaaa you know, that UAN and SNMPTN things. And I saw him in front of me and I was just asdfghjkl hahaha oh how I miss him, PKH. He was so wonderful, beautiful, and irreplaceable."

PKH: "Hmm, I see. So?"

Me: "Wait, I haven't finished my story. And then, after the curriculum team announced us that SNMPTN register things, its time for us to wait for a call. Yea, maybe I won't explained about that SNMPTN things. Then, I told Bebek to stalk a girl, named, umm, Jesika. She's umm what is it called, she is his closed friend. Yea, thats ok. And then, Bebek said "Dif, she changed her avatar!" Avatar is a profile picture, if you don't know, PKH eehehehe

PKH: "I know!!!!!!!!!!!!!!"

Me: "Hash, ssst, I haven't finished yet! I then grabbed my cellphone and what was I see? A terrible things and suddenly I cried hahahaha so disgusting right, PKH? I cried in aula. Its been a long time I have no cry. I felt free after a cry. Then, Rose suddenly came up and asked "what happened, Dif?" And I was just aaaaaaaaa I have my sobbing then. It-was-really-disgusting.

       "And then I heard my cellphone rang. It was mba Katarina. She asked about batagor hahaha I was laughing but then cried over and over again (oke this is a lil bit lebay ngahaha) she said she won't come to school if I was still crying. But, when she came, I was crying again ngahahahaha"

PKH: "Wait Dif, why are you crying?"

Me: "I don't know, PKH. Jealousy?"

PKH: "Jealousy? Of what?"

Me: "Of Jesika. She got his attention now."

PKH: "And you are envy of that?"

Me: "Of course!"

PKH: "You are stupid!"

Me: "WHAT?!"

PKH: "Yes, you are STUPID. S-T-U-P-I-D"

Me: "What do you mean by stupid, PKH?"

PKH: "Who told you to be jealous?"

Me: "Um, no one." *facepalm*

PKH: "So, why are you jealous?"

Me: "Because of JESIKA, PKH. Oh please!"

PKH: "I mean, why are you stalked Jesika's twitter?"

Me: "I don't know. I just wanna know."

PKH: "And then you are jealous?"

Me: "Uhum......."

PKH: "Stupid."

Me: "Yea, I know, I am stupid. But somehow, I believe, we'll come back together. Jesika is just a diversion."

PKH: *smirk*

Me: "What? Why are you smiling like that?"

PKH: "Dif, you are living in a planet called Reality. You have to be realistic."

Me: "What do you mean? Is that about we-will-come-back-together? Hahaha we will, kok, PKH. We'll get married in 2022. We'll built a wonderful family, traveling around the world, and go to Arab for having a hajj."

PKH: "You have to be realistic."

Me: "I am realistic! Maybe, he is gone for now, but he will come back, tomorrow or someday. But, he will, I'm sure."

PKH: "You have to be REALISTIC"

Me: "He is my future!"

PKH: "Dif, he hasn't love you at all!"

Me: "Shit, he loves me!"

PKH: "Yea, yesterday."

Me: "He is my future!"

PKH: "You have to be realistic. He won't come back."